Klasifikasi Multi-Temporal Hutan dan Non-Hutan Menggunakan Data Mosaik Landsat untuk Mengisi Piksel Kosong (Studi Kasus: Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Baru, Kalimantan Selatan)

Tatik Kartika and Ahmad Sutanto and Gagat Nugroho and Nursanti Gultom (2017) Klasifikasi Multi-Temporal Hutan dan Non-Hutan Menggunakan Data Mosaik Landsat untuk Mengisi Piksel Kosong (Studi Kasus: Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Baru, Kalimantan Selatan). IPB Press, Bogor.

[img] Text
vBunga Rampai_Tatik KartikaBab 6_Hal.75-88_2017.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian dengan menggunakan data satelit optik seperti Landsat, seringkali terkendala oleh awan. Mosaik beberapa data pada tahun yang sama dengan terlebih dahulu meghilangkan awan dan bayangannya, akan diperoleh Data Landsat tahunan. Perolehan Data Landsat tahunan pun seringkali tidak menghasilkan mosaik dengan data yang bebas awan sehingga terdapat piksel-piksel kosong. Jika data tersebut digunakan untuk klasifikasi penutup lahan, maka piksel kosong tersebut diidentifikasikan sebagai tidak ada data. Untuk mengatasi piksel-piksel kosong tersebut, dilakukan klasifikasi multitemporal di mana pada klasifikasi ini digunakan data Landsat tahunan di atas. Metode penelitian ini terbagi dalam empat bagian, yaitu input, tahap I, tahap II, dan output. Input berupa mosaik Data Landsat tahunan dan data probabilitas hutan hasil klasifikasi hutan dan non-hutan tahunan menggunakan metode Support Vector Machine (SVM). Tahap I adalah filterisasi dan penentuan persentase ambang batas bawah hutan untuk menghasilkan informasi spasial hutan dan non-hutan tahunan. Hasil ini masih memuat piksel kosong sesuai dengan mosaik data Landsat tahunannya. Tahap II adalah klasifikasi multitemporal yang menghasilkan informasi spasial hutan dan non-hutan dengan piksel kosong yang sudah dikelaskan menjadi hutan atau non-hutan dengan aturan permutasi dan aturan perubahan lahan. Data yang digunakan adalah data mosaik Landsat tahun 2009 sampai dengan 2012 dan termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Baru, Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil analisis visual, ambang batas bawah untuk hutan di wilayah penelitian berkisar antara 30–35%. Nilai tersebut memberikan informasi spasial hutan jika lebih atau sama dengan ambang batas bawah, non-hutan jika kurang dari ambang batas bawah, dan nilai null untuk piksel kosong. Hasil akhir atau output menghasilkan informasi spasial hutan dan non-hutan tahunan dengan nilai null yang minimal.

Item Type: Other
Additional Information: Judul Buku : Bunga Rampai Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Pertanian dan Kehutanan ISBN: 978-000-000-000-0
Uncontrolled Keywords: Data Landsat, mosaik, piksel kosong, klasifikasi multitemporal
Subjects: Teknologi Penginderaan Jauh > Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan > Pemanfaatan Penginderaan Jauh > Pengolahan Data > Klasifikasi
Divisions: Deputi Penginderaan Jauh > Pusat Pemanfaatan Penginderaan jauh
Depositing User: Dinar Indrasasi
Date Deposited: 25 Oct 2021 08:13
Last Modified: 25 Oct 2021 08:13
URI: http://repositori.lapan.go.id/id/eprint/1435

Actions (login required)

View Item View Item