Pemanfaatan Citra Satelit Penginderaan Jauh untuk Pengelolaan Sumber Daya Air (Studi Kasus : DAS Dodokan, Prov. NTB

Sukentyas Estuti Siwi and Wawan K. Harsanugraha (2008) Pemanfaatan Citra Satelit Penginderaan Jauh untuk Pengelolaan Sumber Daya Air (Studi Kasus : DAS Dodokan, Prov. NTB. 5. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XVII Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) (XVII). pp. 501-512. ISSN 978-979-25-8362-5

[img]
Preview
Text
Prosiding_Sukentyas Estuti Siwi dk_Pusdata_2008.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Data penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) ekstraksi informasi tematik yang memberikan gambaran karakteristik DAS. Dalam penelitian ini data satelit penginderaan jauh digunakan untuk identifikasi karakteristik fisk DAS Dodokan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan penelitian adalah menyusun informasi karakteristik DAS berbasis data penginderaan jauh sebagai bahan untuk mendukung pengelolaan DAS. Data yang digunakan adalah data Landsat-7 (tahun 2001) dan data ALOS AVNIR-2 (tahun 2007), didukung DEM SRTM Arc30 dan data hasil survei lapangan. Data salelit penginderaan jauh digunakan uniuk memperoleh informasi penutup/penggunaan lahan, indeks penutup lahan (IPL), jaringan sungai,dan bentuk lahan. Berdasarkan DEM SRTM Arc30 diperoleh batas, Iuas dan bentuk DAS. Analisis dan interprelasi citra dilakukan dengan pendekatan multispektral dan multitemporal. Hasil interpretasi citra menunjukkan bahwa penutup lahan di DAS Dodokan didominasi oleh sawah. Dalam periode 6 tahun (2001-2007) banyak terjadi perubahan penutup lahan. Pada tahun 2001 luas lahan sawah adalah 33.527 Ha (=59,07% dari total Iuas DAS) sedangkan pada tahun 2007 menjadi 33.7119 Ha (=60,34%). Dengan demikian dalam kurun waktu 6 tahun Iuas sawah bertambah 262 Ha. Di sisi lain, lerjadi penurunan luas hutan sebanyak 2 Ha, yaitu dari 1.646 Ha (tahun 2001) menjadi 1.644 Ha (tahun 2007). Hasil perhitungan nisbah percabangan sungai pada parameter orde sungai diperoleh nilai <3 yang berarti bahwa kenaikan muka air di alur sungai tersebut dapat terjadi dengan cepat, sedangkan penurunannya lambat. Selain itu, DAS Dodokan memiliki kerapatan aliran 2,07 Km/Km2 yang berarti termasuk dalam kriteria kerapatan aliran sedang dan pola alirannya yang dendtritik reklangular. Ilasil perhitungan indeks penulupan lahan (IPL) untuk DAS Dodokan diperoleh nilai 0,029. IPL merupakan rasio Iuas lahan yang memilliki vegetasi permanen dengan luas daerah aliras sungai. Nilai IPL yang rendah tersebut (0,029) menunjukkan bahwa DAS Dodokan termasuk dalam kriteria DAS yang kritis.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Daerah Aliran sungai (DAS), Karakteristik DAS, Penginderaan Jauh
Subjects: Teknologi Penginderaan Jauh > Pemanfaatan Data dan Diseminasi Informasi
Teknologi Penginderaan Jauh > Perolehan Data > Citra Satelit
Divisions: Deputi Penginderaan Jauh > Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh
Depositing User: Dinar Indrasasi
Date Deposited: 16 Feb 2021 09:49
Last Modified: 16 Feb 2021 09:49
URI: http://repositori.lapan.go.id/id/eprint/194

Actions (login required)

View Item View Item