Penerapan Pita Frekuensi Khusus Untuk LSU: Kajian Dari Sisi Regulasi Alokasi Spektrum Frekuensi (Implementation Of Specific Frequency Bands For LSU: A Review Of The Frequency Spectrum Allocation Regulation)

Sunar and Iwan Nofi Yono P and Gunawan S.P (2017) Penerapan Pita Frekuensi Khusus Untuk LSU: Kajian Dari Sisi Regulasi Alokasi Spektrum Frekuensi (Implementation Of Specific Frequency Bands For LSU: A Review Of The Frequency Spectrum Allocation Regulation). Prosiding SIPTEKGAN XXI-2017 Seminar Nasional Iptek Penerbangan & Antariksa XXI Tahun 2017. pp. 67-81. ISSN 978-602-71833-3-9

[img]
Preview
Text
Prosiding_SunarPustekbang_2017.pdf

Download (695kB) | Preview

Abstract

LAPAN Surveillance Unmanned Aerial Vehicle (LSU) merupakan salah satu kategori Unmanned Aircraft System (UAS), saat ini menggunakan alokasi spektrum frekuensi di band 902 - 928 MHz untuk komunikasi telemetri dan di 2,4 GHz untuk komunikasi radio kontrol yang keduanya sudah tidak relevan lagi diterapkan karena berpotensi diinterferensi oleh komunikasi GSM dan WiFi. Penerapan alokasi spektrum frekuensi khusus untuk LSU sudah saatnya diperlukan. Penelitian ini dimaksudkan untuk kajian kelayakan penerapan frekuensi dengan rentang 5030 - 5091 MHz yang merupakan hasil rekomendasi ITU-R berdasarkan hasil pertemuan WRC-12 dan WRC-15 dan disesuaikan dengan peraturan pemerintah Indonesia. Analisis regulasi dilakukan pada penggunaan dan perizinan frekuensi dari undang-undang telekomunikasi, peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan pada regulasi pengendalian operasi serta keselamatan penerbangan sipil dari peraturan menteri perhubungan. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengolah data literatur yang didapat. Hasil kajian menunjukkan bahwa LSU masuk ke klasifikasi small UAS dengan berat lebih dari 55 lbs (25 Kg) yang harus mengikuti regulasi ketentuan pengendalian pengoperasian sistem pesawat udara tanpa awak di ruang udara yang dilayani Indonesia dan CASR part 107 tentang keselamatan penerbangan sipil. Untuk jalur komunikasi telemetri dan command ketika menggunakan pita frekuensi 2,4 GHz atau 5,8 GHz diharuskan mengikuti regulasi persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi jarak dekat/ short range devices (SRD) dan persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi yang beroperasi pada pita frekuensi radio 2,4 GHz dan/atau pita frekuensi radio 5,8 GHz dengan kategori izin kelas. Untuk pengembangan dengan jalur pita frekuensi khusus pada drone telah disediakan dan ditelaah regulasi terkait peraturan alokasi spektrum frekuensi khusus untuk UAS dari ITU-R dengan WRC-12 dan WRC-15 dan sudah diadobsi menjadi regulasi Tabel Alokasi Spektrum Frekuensi Radio Indonesia (TASFRI), tinggal ditindaklanjuti dengan pengembangan hardware radio yang sesuai untuk diaplikasikan ke LSU.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: alokasi spektrum frekuensi, regulasi frekuensi, UAS, LSU
Subjects: Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa > Kebijakan > Peraturan Perundang-undangan
Teknologi Penerbangan > Penguasaan, Pengembangan dan Perekayasaan > Teknologi Aeronautika
Divisions: Deputi Teknologi Penerbangan Dan Antariksa > Pusat Teknologi Penerbangan
Depositing User: Een Rohaeni
Date Deposited: 18 Feb 2021 03:10
Last Modified: 21 Feb 2021 09:38
URI: http://repositori.lapan.go.id/id/eprint/221

Actions (login required)

View Item View Item