Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Landsat-8 untuk Identifikasi Daerah Terkena Bencana Erupsi Gunungapi Studi Kasus : Gunungapi Kelud

Hidayat and Suwarsono and Wiweka and Jalu Tejo Nugroho and Totok Suprapto (2015) Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Landsat-8 untuk Identifikasi Daerah Terkena Bencana Erupsi Gunungapi Studi Kasus : Gunungapi Kelud. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan XX dan Kongres VI Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN). pp. 357-365.

[img]
Preview
Text
Prosiding_Hidayat dkk_Pusfatja_2015.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Indonesia memiliki sekitar 129 gunungapi aktif yang berpotensi mengalami erupsi dan menimbulkan bencana. Bencana yang berasal dari erupsi gunungapi dapat berasal dari semburan lava pijar, jatuhan piroklastik, dan juga dari aliran lahar dingin. Kejadian besar bencana erupsi gunungapi di awal tahun 2014, yaitu erupsi Gunungapi Kelud telah menimbulkan dampak bencana yang nyata yang telah merugikan kesehatan, menelan korban jiwa manusia, kerusakan permukiman, lahan pertanian, serta rusaknya infrastruktur. Mengingat dampak-dampak yang ditimbulkan oleh erupsi gunungapi tersebut maka diperlukan suatu upaya mitigasi bencana.Kehadiran citra Landsat-8 yang sudah dapat diterima sejak awal tahun 2013 membawa tantangan tersendiri di dalam pemanfaatannya untuk aplikasi di bidang kegunungapian.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi daerah terkena bencana erupsi gunungapi dengan memanfaatkan kanal-kanal pada citra Landsat 8, baik kanal reflektif maupun kanal termal.Penelitian mengambil obyek kajian G. Kelud yang mengalami erupsi pada tanggal 13-14 Februari tahun 2014 yang lalu.Metoda deteksi yang dikembangkan didasarkan pada pola reflektansi dan suhu kecerahan dari obyek material yang dierupsikan.Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pola reflektansi dan termal material hasil erupsi memiliki nilai yang spesifik dan dapat dipergunakan sebagai dasar untuk deteksi daerah terkena erupsi gunung api. Spektrum inframerah Landsat-8 Band 5 (0.845 – 0.885 µm), Band 6 (1.560 – 1.660 µm) dan band 7 (2.11 – 2.29 µm) merupakan tiga band yang paling sensitif untuk deteksi obyek material erupsi (piroklastik) G. Kelud.Selain itu, daerah yang tertutup oleh material produk erupsi G. Kelud memiliki pola suhu yang spesifik.Berdasarkan nilai TB band 10, lava memiliki kisaran suhu lebih tinggi dibandingkan lahar dan ashfall, dan lahar memiliki kisaran suhu lebih tinggi dibandingkan ashfall. Pemakaian satu band (band 10) sudah cukup untuk mewakili kondisi suhu permukaan obyek piroklastik.

Item Type: Article
Additional Information: ISBN 978-602-97569-1-3
Uncontrolled Keywords: Landsat-8, identifikasi, bencana erupsi, Gunung Kelud
Subjects: Teknologi Penginderaan Jauh > Pengelolaan dan Pengembangan > Citra Satelit
Divisions: Deputi Penginderaan Jauh > Pusat Pemanfaatan Penginderaan jauh
Depositing User: Dinar Indrasasi
Date Deposited: 25 Mar 2021 11:04
Last Modified: 05 Oct 2021 00:30
URI: http://repositori.lapan.go.id/id/eprint/513

Actions (login required)

View Item View Item