Analisis Perkembangan Kota Baru BSD City dan Kesesuaiannya dengan RTRW Menggunakan Data Penginderaan Jauh dan SIG

Dipo Yudhatama and Suryono Herlambang (2015) Analisis Perkembangan Kota Baru BSD City dan Kesesuaiannya dengan RTRW Menggunakan Data Penginderaan Jauh dan SIG. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan XX dan Kongres VI Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN). pp. 904-913.

[img]
Preview
Text
Prosiding_Dipo Yudhatama dk_Pusfatja_2015.pdf

Download (767kB) | Preview

Abstract

Kepadatan dan harga lahan yang semakin mahal di Jakarta memicu para pengembang membangun kota-kota baru di pinggiran Jakarta. Tercatat lebih dari 20 kota baru bermunculan di sekitar Jakarta, salah satunya adalah di Serpong, Tangerang Selatan. Serpong memiliki lima kota baru yang terus berkembang dengan luas pengembangan mencapai 9.896 ha. Jika perkembangan tersebut tidak diantisipasi, maka akan timbul berbagai dampak negatif terhadap kawasan tersebut. Untuk itu diperlukan evaluasi terhadap laju perkembangan kota baru sebagai masukan untuk merumuskan kebijakan perencanaan tata ruang di masa mendatang. Penelitian ini mengkaji fase-fase perkembangan kota baru di Serpong dan kesesuaiannya dengan kebijakan pemanfaatan ruang. Perkembangan fisik dianalisis melalui citra Landsat time series 1979-2014 dan SPOT6 tahun 2013. Ekstraksi informasi dari cita satelit inderaja dilakukan melalui dua tahapan, segmentasi digital dan visual untuk penyempurnaan hasil. Analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.1. Hasil klasifikasi penutup lahan menunjukan tingkat ketelitian bervariasi dengan nilai rata-rata 89,7%. Selama kurun waktu 1979-2014 terjadi peningkatan luas lahan permukiman yang cukup signifikan hasil konversi lahan pertanian kering (ladang dan kebun) dan perkebunan. Perkembangan fisik yang terjadi akibat tumbuhnya kota baru di Serpong masih belum selaras dengan kebijakan pemanfaatan ruang. Namun, pasca dibentuknya Kota Tangerang Selatan, terlihat kebijakan baru RTRW Kota Tangerang Selatan banyak mengadopsi masterplan kawasan yang dibuat oleh pengembang kota baru. Hal ini menunjukan bahwa saat ini sektor private (swasta) memegang kendali terhadap kebijakan pemanfaatan ruang di suatu kawasan.

Item Type: Article
Additional Information: ISBN 978-602-97569-1-3
Uncontrolled Keywords: Kota Baru, Penginderaan Jauh dan SIG
Subjects: Teknologi Penginderaan Jauh > Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan > Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Divisions: Deputi Penginderaan Jauh > Pusat Pemanfaatan Penginderaan jauh
Depositing User: Dinar Indrasasi
Date Deposited: 29 Mar 2021 08:42
Last Modified: 30 Oct 2021 08:13
URI: http://repositori.lapan.go.id/id/eprint/560

Actions (login required)

View Item View Item