Memaknai Sebuah Titik Panas (Hotspot): Sebuah Pertimbangan Untuk Kebijakan Pemerintah

Yenni Vetrita and Nanik Suryo Haryani and M. Rokhis Khomarudin and Hidayat and Widya Ningrum (2011) Memaknai Sebuah Titik Panas (Hotspot): Sebuah Pertimbangan Untuk Kebijakan Pemerintah. Prosiding Seminar Nasional Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Untuk Mendukung Pembangunan Nasional. pp. 75-82. ISSN 978-979-25-8363-2

[img]
Preview
Text (Prosiding Seminar Nasional)
Prosiding_Yenni Vetrita dkk_Pusfatja_2011.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Titik panas (hotspot) saat ini telah menjadi istilah yang umum digunakan untuk menunjukkan indikasi kebakaran hutan/lahan yang kerap terjadi di Indonesia. Penggunaannya yang luas bila tidak diikuti dengan pemahaman yang lebih jelas dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman. Saat ini keberadaan dan jumlah titik panas telah menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan, baik nasional maupun internasional. Beberapa diantaranya adalah menetapkan jumlah titik panas sebagai indikator keberhasilan program pemerintah. Masyarakat awam pun memahaminya pula sebagai kejadian riil kebakaran di lapangan. Tulisan ini mengulas tentang pemahaman titik panas yang sesungguhnya berdasarkan teori yang terus berkembang dengan penelusuran dari berbagai pustaka. Diharapkan dengan adanya tulisan ini, pemahaman tentang titik panas dapat menjadi lebih baik. Dengan demikian, kesalahan yang muncul dari informasi titik panas, tidak akan disalahartikan mengingat semua pihak telah mengetahui kekurangan maupun kelebihan data ini.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Kebakaran Hutan/Lahan, Kebijakan Pemerintah, Penginderaan Jauh, Titik Panas.
Subjects: Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa > Kajian > Sosioekonomi Penerbangan dan Antariksa
Divisions: Deputi Penginderaan Jauh > Pusat Pemanfaatan Penginderaan jauh
Depositing User: Dinar Indrasasi
Date Deposited: 18 Jan 2021 12:48
Last Modified: 09 Feb 2021 04:00
URI: http://repositori.lapan.go.id/id/eprint/74

Actions (login required)

View Item View Item